Persiapan Nokia Jelang Comeback


Selasa, 23 Agustus 2016 • 17:49


Anda mungkin pernah menjadi salah-satu penggemar Nokia dan saat ini tengah menunggu kelahian kembali merek asal Finlandia itu di pasar ponsel. Nah, rasa penasaran Anda sebentar lagi terjawab. Pasalnya, Nokia semakin santer dikabarkan bakal meluncurkan produknya akhir tahun ini. 

 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Pemasaran Nokia yang menegaskan bahwa Nokia akan "bangkit kembali".Petinggi Nokia Mike Wang, Presiden Tim Joint Management di Cina, telah mengkonfirmasi bahwa 3 atau mungkin 4 perangkat Android baru Nokia akan diungkap pada kuartal keempat 2016. Perangkat ini ini terdiri dari smartphone dan tablet.

 

Ada juga yang menyebutkan bahwa Nokia diperkirakan akan membuat satu atau dua pengumuman sebelum akhir 2016, peluncuran bisa saja dilakukan awal 2017, tergantung pada pengujian dan pengembangan.  


Meski begitu, Nokia masih enggan mengumbar spesifikasi smartphone dan tablet yang akan datang, atau pun soal harga yang ditargetkan mereka. 

 

Namun, rumor yang muncul pada awal tahun menunjukkan bahwa Nokia berencana membesut dua ponsel premium, yang akan didukung oleh Android 7.0 Nougat. Smartphone Nokia dilaporkan memiliki layar 5,2 inci dan QHD OLED 5,5 inci, CPU Snapdragon 820, kamera 22.6MP, dan tubuh berbalut logam serta tahan air dan debu.

 

Selain smartphone high-end, HMD diperkirakan bakal mengungkap dua ponsel fitur Nokia dalam 6 bulan ke depan. Nokia juga menyelesaikan akuisisi  191 juta dolar AS dari Withings pada Mei lalu, membuka sebuah jalan ke pasar wearable device. 

 


HMD, perusahaan asal Finlandia yang didalamnya diisi oleh mantan karyawan Nokia dan Microsoft yang terkait hak lisensi untuk merek Nokia, akan menjadi perancang smartphone baru Nokia, yang kemudian akan diproduksi oleh Foxconn.

 

Menggaet Mantan Petinggi “Angry Bird”

 

Salah-satu langkah strategis HMD menjelang peluncuran produk smartphone berbasis Android adalah dengan menggaet mantan CEO Rovio yang dikenal dengan game Angry Bird-nya, sebagai sebagai Chief Marketing Officer-nya.

 

Nokia yang pernah menjadi produsen ponsel terbesar di dunia, pada bulan Mei lalu telah menandatangani kesepakatan lisensi eksklusif dengan HMD untuk membawa kembali perangkat brand Nokia kembali ke pasar.

Rantala bukan wajah baru di Nokia. Dia adalah 'veteran' Nokia. Pernah bekerja untuk Nokia dari 1994 sampai 2011. Lalu kemudian dia bergabung dengan Rovio sebagai CEO pada 2015 namun mengundurkan diri setelah bekerja selama satu tahun karena perusahaan memaksakan PHK dan restrukturisasi.

 

Selain itu, dalam sebuah artikel di Reuters juga menyebutkan bos Nokia Rajeev Suri berencana comeback. Namun, dia harus menunggu sampai akhir 2016 sebelum bisa mempertimbangkan kembali memasuki bisnis handset , atau setelah kesepakatan dengan Microsoft berakhir.

 

Pakai Strategi Baru

 

Nokia telah merasakan pahitnya kalah dari Apple dan Samsung. Mereka kemudian menjual seluruh bisnis handset-nya kepada Microsoft Corp pada 2014, lalu fokus pada bisnis jaringan telekomunikasi.Sejak diakuisisi Microsoft, bisnis mobile Nokia tak beranjak membaik. 

 

Persiapan Nokia ke depan di tengah persaingan yang makin ketat tentu akan lebih matang. Termasuk menyiapkan langkah-langkah yang lebih efisien.Misalnya saja, produksi perangkat Nokia baik smartphone maupun tablet, tidak akan diproduksi sendiri melainkan bekerjasama dengan pihak ketiga yakni Foxconn. 

Lalu kemudian perangkat tersebut akan didistribusikan oleh FIH Mobile, anak perusahaan dari Foxconn Technology. Dengan kata lain, HMD akan berkonsentrasi pada pengembangan produk.  

 

Tapi itu untuk kembali meraih posisi mahkota tidak bakal mudah bagi Nokia. Mereka akan berhadapan dengan Samsung dan Apple yang telah lama berada di puncak market share dunia. Juga pabrikan asal Cina yang makin bersemangat mengejar posisi teratas. 

 

Meski begitu, Nokia punya kelebihan yang salah satunya adalah memiliki hak kekayaan intelektual yang banyak, dan paten itu dipertahankan ketika menjual bisnis handset-nya. Sudah pasti Nokia tidak akan menyia-nyiakan sumber daya tersebut, yang dibangun dengan puluhan miliar euro dari investasi selama dua dekade terakhir.

 

Nokia juga tidak akan mengulangi kesalahan masa lalu dimana ‘sang raksasa’ kehilangan tren teknologi, terbebani dengan biaya tinggi, dan bereaksi terlalu lambat untuk mengubah selera konsumen. Caranya adalah dengan mencari mitra untuk menawarkan lisensi merek dimana Nokia akan merancang ponsel baru, membesarkanmerek, dan untuk penawaran royalti akan memungkinkan perusahaan-perusahaan lain untuk membuat, memasarkan dan menjual perangkat.

 

Ini sangat kontras dengan bisnis yang dijalani sebelumnya dimana pada masa jayanya Nokia memproduksi perangkat sendiri dan mempekerjakanpuluhan ribu.Seperti dikutip dari Reuters, CEO Nokia mengatakan pada bulan lalu bahwa Nokia berniat masuk kembali bisnis ponsel, tetapi hanya melalui perjanjian lisensi tersebut. Dan tidak akan kembali pada metode "tradisional", kata CEO. 

 

Model bisnis dengan menawarkan lisensi merek ini sudah dilakukan pada tablet Nokia N1. Meski tidak terlalu menguntungkan dibanding memproduksi dan menjual produk sendiri, tetapi ini mengurangi resiko.Yup, apapun yang dilakukan oleh Nokia semoga bisa lebih menggairahkan industry ponsel dimana tahun ini pertumbuhannya diperkirakan cengderung datar atau hanya naik tipis. (*)

 

Berbagai sumber

 

Artikel Terkait

Advan Rilis G2 Plus, Usung Layar Penuh dan Baterai Jumbo

Review : Coolpad Max Lite R108 Versi Murah, 4G LTE “Disembunyikan”

Adu Kamera Ponsel OPPO F1s vs LG X Cam

Edit Video Profesional di Ponsel

Review : Oppo F1s (A1601) Selfie Expert Generasi Terbaru

Review : Lenovo Vibe K5 Plus (3GB) Memperbaiki RAM, Miskin Fitur Tambahan

Terpopuler Minggu Ini

Beredar Bocoran 14 Produk Xiaomi yang Bakal Diluncurkan di Q3 2020

Spek Lengkap Oppo Reno Ace 2 Bocor

Raih 2,7% Market Share Global, realme Bertahan di Posisi 7 Besar

Resmi, Honor 30S Andalkan Kirin 820 5G dan Quad Kamera Dibanderol Rp5 Jutaan

Galaxy S20 Series Dapat Update Android 10, Ini Daftar Peningkatannya

Terpopuler Bulan Ini

Terpopuler

Cek di Sini Apakah Merek Smartphone Anda Termasuk yang Siap Update Android 10 Tahun Ini

Jelang Akhir Tahun, 7 Smartphone Ini Turun Harga

Murah Nih! Vivo Y11 (2019) Punya Baterai 5.000 mAh Dibanderol Rp1 Jutaan

Spesifikasi Lengkap dan Harga Xiaomi Mi Note 10 dan MI Note 10 Pro

Waspada! Ini Resiko Membeli Smartphone Android Murahan