Smartfren dan Kominfo Gelar Ujicoba 5G, Berapa Kecepatannya?


Senin, 19 Agustus 2019 • 21:29


uji coba 5G smartren

uji coba 5G smartren

Seiring dengan dicanangkannya tema “Menuju Indonesia Unggul” dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama perusahaan penyedia jasa layanan berteknologi 4G LTE, PT Smart Telecom, dan perusahaan penyedia solusi jaringan telekomunikasi ZTE, menunjukkan salah satu teknologi berbasis 5G yang dapat digunakan dan diterapkan bagi industri manufaktur guna dapat meningkatkan efisiensi waktu, meminimalkan kecelakaan kerja, serta peningkatan akurasi serta kualitas produk.


Hal ini dilakukan Kominfo bersama Smartfren guna mendukung dan menunjukkan kesiapan dari sisi teknologi telekomunikasi untuk pencapaian dari tema kemerdekaan Republik Indonesia “Menuju Indonesia Unggul”, melalui pencapaian kesuksesan peta jalan Indonesia 4.0. Dimana salah satunya adalah dengan mempersiapkan dan menghadirkan infrastruktur jaringan internet dengan bandwith besar, stabil, dan coverage luas.

“Kami melihat bahwa dalam mendukung dari tercapainya Indonesia Unggul, salah satunya dapat dicapai dengan kesuksesan program peta jalan Making Indonesia 4.0, untuk itu peningkatan dari sisi telekomunikasi tidak dapat terpisahkan dan dapat dikatakan sebagai backbone utama untuk kesuksesannya. Mengapa demikian karena di era industri 4.0 semuanya akan berbasis digital salah satunya adalah human and machine interface,” ujar Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren.

Teknologi yang ditunjukkan, adalah dengan memasang 360 camera, yang terkoneksi dengan jaringan 5G ke virtual reality headset, real time di jalur logistik pengiriman barang PT. Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk (PT. SMART, Tbk). “Bayangkan jika skala penerapannya lebih besar dan tidak hanya di sekitar lingkungan pabrik tetapi berbeda kota (Red: pabrik dan operator) maka operator tidak perlu berada di lokasi untuk melakukan fungsi pemantauan sehingga lebih efisien,” tambah Merza.


Jika operator menemukan adanya kesalahan sistem di jalur logistik dan pengiriman tersebut, operator dapat meluncurkan drone pemantauan untuk melihat lebih jelas dimana terjadinya masalah tanpa harus berada di lokasi dan menemukan penyelesaian atas masalah tersebut. “Dengan demikian dapat meminimalisir kecelakaan kerja karena operator tidak perlu berada di lokasi tersebut,” pungkas Merza.

“Kehadiran teknologi 5G akan membuka - banyak peluang meningkatkan produktifitas dan juga efisiensi, melalui proses otomatisasi, proses pemantauan real-time, dan memungkinkan augmented reality (Realitas Tertambah) yang lebih baik. Dan saya yakin masih banyak lagi pengembangan-pengembangan baru yang akan muncul. Kami sangat senang dan menyambut baik teknologi 5G yang tentunya bagi kami akan menjadi elemen kunci dalam mencapai pengelolaan industri dengan otomasi dan dengan menggunakan pertukaran dan analisa data yang akurat. Melalui langkah ini, kami percaya bahwa cita-cita bersama menuju Indonesia Unggul menjadi sebuah keniscayaan.” Ujar CEO PT Smart, Tbk, Downstream Indonesia, Bapak Budiono Muljono.

Sementara Allen Zhang, COO ZTE Indonesia menyatakan, “ZTE percaya bahwa 5G secara bertahap akan diterapkan dan diperluas ke industri vertikal seiring dengan akselerasi penyebaran komersial. Kami telah banyak berinvestasi dalam riset dan pengembangan 5G, karena itu kami sangat senang dapat mendukung Smartfren dan Kominfo secara aktif mempromosikan penerapan 5G untuk memfasilitasi transformasi digital dalam industri vertical”.

Dengan keberhasilan dari unjuk kemampuan penerapan teknologi 5G dari Kominfo, Smartfren, dan ZTE maka infrastruktur digital bagi kemajuan industri 4.0 sudah siap dan dapat mendukung strategi Peta Jalan Indonesia 4.0. dimana salah satunya adalah menciptakan industri manufaktur yang dapat memberi daya saing dan nilai tambah yang lebih tinggi, sehingga pada akhirnya dapat mencapai era “Indonesia Unggul”.

Kecepatan 5G

Pada uji coba 5G yang dilakukan oleh Smartfren kecepatan download data mencapai  8,7 Gbps dan kecepatan upload-nya menyentuh 163 Mbps. Ini berarti untuk mengunduh file besar seperti video hanya membutuhkan beberapa detik saja.


 Tak hanya soal kecepatan, VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo,  juga mengungkapkan bahwa teknologi 5G ini memiliki latensi yang sangat rendah sehingga cocok untuk dgunakan untuk mendukung industry.

Munir juga menambahkan, kecepatan internet dengan menggunakan jaringan 5G bisa saja lebih tinggi lagi dengan kondisi tertentu. Contohnya, jika pita frekuensi lebih tinggi dari yang saat ini dipakai, yaitu memanfaatkan pita frekuensi 2,8 GHz.

Teknologi 5G diyakini bisa membantu indutri yang semakin efisien. Pada ujicoba yang dilakukan di pabrik pengolahan CPO milik PT Smart Tbk, teknologi ini langsung diterapkan untuk mengawasi lingkungan pabrik yang harus steril dari kehadiran orang dan digantikan dengan kamera 360 yang bisa disaksikan lewat VR. Studi kasus seperti penanganan trouble shooting di area tersebut menggunakan drone guna mengetahui titik masalah untuk mendapat informasi awal sebelum dilakukan perbaikan. Semua aktivitas itu didukung oleh teknologi 5G.  (*)

 

Artikel Terkait

Advan Rilis G2 Plus, Usung Layar Penuh dan Baterai Jumbo

Smartfren Siap Uji Coba 5G Bareng ZTE

Terpopuler Minggu Ini

Terpopuler Bulan Ini

Susul Asus Zenfone Max Pro Series, 11 Smartphone ini Juga Turun Harga

Ternyata Segini Harga dan Spesifikasi Oppo A5 2020

Nokia 800 Tough, Nokia 2770 Fllip dan Nokia 110 Resmi Melantai

Redmi Note 8dan Redmi Note 8 Pro Resmi Meluncur, Ini Fitur Andalannya

Samsung Buka Pre Order Galaxy A50s, Ini Banderolan Harganya

Terpopuler

Makin Terjangkau, Ini Harga Baru Samsung Galaxy A50

Review IMOO Watch Y1: Jam Pintar untuk Pantau Aktivitas Anak

Redmi K20 dan Redmi K20 Pro Resmi Diumumkan, Spek dan Harganya Bikin Pengen

Stok Melimpah, Harga Offline Redmi Note 7 Turun

Review Samsung Galaxy A70: Kasta Tertinggi Galaxy A