Review Samsung Galaxy Z Flip: Performa Cepat, Dibalut Desain Layar Lipat


Jum'at, 17 April 2020 • 11:07


Samsung Galaxy Z Flip

Samsung Galaxy Z Flip

Dulu Samsung dikenal dengan produk-produk ponsel lipat yang menarik. Bisa jadi Anda salah satu pengguna ponsel lawas tersebut. Selain dianggap mampu meningkatkan privasi dan keamanan, desain seperti ini juga dianggap mampu menghemat tempat, menjadikannya lebih portabel.


Tapi kini Samsung memperkenalkan produk lipat yang bukan sembarang lipat. Produk anyar mereka tetap membawa layar penuh, yang ikut terlipat. Sebagai pengembangan dari panel layar fleksibel yang selama ini mereka coba kembangkan.

Produk yang diberi nama Galaxy Z Flip ini merupakan percobaan kedua Samsung dalam menghidupkan kembali desain clamshell, sekaligus mendemonstrasikan kemampuan teknologi layar mereka yang lebih maju karena dapat dilipat sedemikian rupa.

Selain desain cantik nan unik, ponsel ini juga membawa chipset flagship dan kamera yang dapat bersaing dengan produk lain. Jika harga bukan menjadi tolak ukur, maka rasanya boleh sih punya satu produk ini di samping produk-produk smartphone lain yang sudah Anda miliki.


Paket penjualan Samsung Galaxy Z Flip

Paket penjualan Samsung Galaxy Z Flip

Harga: Rp 21.888.000 (8/256GB)

Warna: Mirror Purple, Mirror Black

Paket Penjualan: Ponsel Samsung Galaxy Z Flip, kabel data USB type-C, charger adapter, AKG Earphone type-c, USB connector OTG, pin ejector, Clear Cover, buku manual



Desain Lipat Selayar-layarnya

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ponsel ini membawa desain lipat atau biasa disebut cangkang kerang (clamshell). Artinya, ada engsel di bagian tengah ponsel yang menghubungkan sisi kiri dan kanan ponsel terpendek. Dalam bahasa Inggris kita juga bisa menyebutnya dengan kata flip. Karena kita seakan membalik secara vertikal satu bagian dari bagian lain.

Hal inilah yang membedakannya dengan produk lipat Samsung sebelumnya, yakni Galaxy Fold. Meski sama-sama bisa diartikan lipat, kata fold lebih dekat dengan upaya melipat satu bidang secara horisontal. Seperti membuka halaman sebuah buku. Atau melipat baju.

Jadi, dari perbedaan tata letak engsel ini, kami merasa bahwa desain flip ini lebih nyaman untuk digunakan sebagai sebuah ponsel sehari-hari, ketimbang desain fold.

Belajar dari Galaxy Fold, Galaxy Z flip ini memperbaiki beberapa hal, terutama di sisi engsel yang dibuat sangat kuat dan menjanjikan, setidaknya dari tampilannya, dari sejumlah bantalan yang disediakan, juga mekanismenya yang terbilang aman.

Bagian layar dibuat menjorok ke dalam, dilindungi oleh bezel tipis yang tinggi. Bezel yang lebih tinggi dari permukaan layar ini berfungsi untuk melindungi terjadinya tumbukan antar bagian layar yang dilipat, juga melindungi layar dari kuku pengguna saat mencoba membukanya.

Dengan engsel sekuat ini dan desain pelindung tersebut, kami dapat membuka dan menutup ponsel Galaxy Z Flip hanya dengan satu tangan saja. Tanpa perlu takut merusak bagian engsel, bodi ataupun layar.

Kita bisa membuka layar Galaxy Z Flip dalam semua sudut yang diinginkan. Bisa membukanya sampai layar benar-benar rata, atau hanya separuh agar dapat digunakan sebagai stand, atau hanya sedikit saja untuk mengintip sesuatu misalnya.

Dan menariknya, saat masih di dalam box penjualan, ponsel ini berada dalam kondisi terbuka, atau dalam posisi layaknya smartphone biasa. Ini adalah pertama kali Anda bisa melihat layar Z Flip tampak mulus dan rata, dan sayangnya juga adalah saat terakhir Anda melihatnya demikian. Karena ketika setelah kita lipat, akan muncul beberapa hal menarik di bagian layar tersebut.

Layaknya sebuah panel layar AMOLED, bagian layar yang mengalami pelipatan akan menimbulkan bekas tekukan yang tidak bisa dihindari. Awalnya kami agak takut telah merusak panel layar, tetapi ternyata memang harus seperti ini.

Tapi jangan khawatir. Kehadiran tekukan ini tidak terlalu terlihat jelas. Tampilan pada layar akan tetap terlihat maksimal tanpa terganggu bagian ini. Apalagi kalau Anda menggunakannya untuk bermain game, bagian ini sepertinya tidak akan tersentuh sama sekali untuk sebagian besar game anyar yang kami mainkan.

Bagaimanapun itu adalah sebuah pengorbanan yang harus kita rasakan ketika kita ingin tampil elegan. Membawa ponsel dengan layar penuh yang dapat dilipat.

Saat tertutup, kita akan menemukan satu layar kecil di samping lensa kamera utama. Fungsinya adalah sebagai penampil notifikasi dan jam. Mengingatkan kita pada produk-produk Samsung Clamshell terdahulu.

Membawa warna yang glossy hampir di setiap bagian (saat tertutup), juga tulisan Samsung yang diletakkan di bagian engsel, membawa memori kami terbang ke awal-awal kejayaan Samsung. Sayangnya bagian glossy ini mudah kotor karena keringat, kerap meninggalkan bekas sidik jari penggunanya, dan juga licin. Khas bodi ponsel-ponsel flagship.

Tombol power, yang juga berfungsi sebagai sensor sidik jari diletakkan pada bagian kanan layar. Tepat berada di bawah tombol volume. Sementara itu, kita bisa menemukan satu lubang untuk USB Type C dan satu lubang untuk membuka SIM Tray, tanpa ada lubang untuk jack audio 3.5 mm.

Beralih ke bagian dalam (layar), kita bisa melihat ada earpiece pada bagian paling atas, tepat di atas lubang kamera depan yang berdesain punch hole atau tidak lagi menggunakan poni.

Nah ini yang menarik, untuk mendistribusikan berat yang sama, antara bagian lipatan atas dan bawah, Samsung menempatkan dua baterai terpisah di kedua bagian tersebut. Di mana bagian bawah lebih besar kapasitasnya ketimbang yang atas. Bagaimana kinerja dan rasanya saat digunakan sehari-hari, kita bahas di bagian hardware ya.

Layar Lipat Berukuran Tak Biasa

Samsung Galaxy Z Flip membawa layar Dynamic AMOLED berukuran 6,7 inci yang dapat dilipat. Samsung menamainya sebagai Infinity Flex Display. Soal kualitas warna sudah tidak perlu diragukan lagi. Pengguna ponsel ini bisa melihat gambar dan warna yang tampil pada ponsel seakan-akan menyeruak keluar layar. Layaknya layar Infinity O yang digunakan di beebrapa flagship dengan desain normal, layar Z Flip ini juga menampilkan lensa kamera depan dalam bentuk punch hole alias tidak lagi menggunakan poni.

Meski agak sulit dipercaya, bagian layar ponsel ini terbuat dari lapisan kaca tipis. Sedemikian rupa, hingga kaca ini dapat dilipat. Layar UTG alias Ultra Thin Glass ini kemudian dilindungi oleh material polimer yang tetap memberi kesan solid saat menggerakkan jemari di atas layar.

Galaxy Z Flip membawa layar utama dengan resolusi 1080 x 2636 pixel, alias sedikit lebih jangkung dari resolusi layar ponsel kebanyakan. Lebarnya sih sama, setara dengan ponsel-ponsel Android kebanyakan. Tercatat rasio layarnya ada di angka 21.5:9. Ukuran layar ini dihitung keseluruhan saat ponsel benar-benar terbuka ya.

Berjenis Dynamic AMOLED tentu saja membuatnya mendukung tampilan display High Dynamic Range. Galaxy Z Flip sudah membawa sertifikasi HDR10+ untuk digunakan saat menonton tayangan di YouTube atau Netflix dengan lebih maksimal lagi.

Sementara untuk layar yang ada di bagian luar, berukuran 1,1 inci dengan resolusi 112 x 300 pixel dan merupakan layar AMOLED, jadi kita bisa membaca apapun yang ada di situ dengan mudah.

Saat digunakan untuk bermain game berlama-lama, sekitar 2 sampai 3 jam nonstop, kami merasakan sedikit panas di bagian layar bagian atas (yang ada kameranya). Dan meski tidak terlalu sering, membuat kontrol di atas layar bagian tersebut mengalami penurunan akurasi.

Sebenarnya solusinya sih mudah, yakni istirahatkan sebentar, lalu bermain lagi. Karena 3 jam merupakan durasi yang lumayan tinggi untuk bermain game. Namun hasil diskusi redaktur PULSA menghubungkan kondisi ini dengan keberadaan baterai yang kapasitasnya lebih kecil di bagian ini, atau peletakkan chipset pada bagian yang sama. Jadi masalahnya bukan pada layarnya.

ONE UI Versi Anyar

Saat diterima di tangan kita, Samsung Galaxy Z Flip versi Indonesia ini sudah membawa One UI anyar yakni versi 2.1. Jika Anda sudah familiar dengan One UI versi 2, maka rasanya saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar lagi mengenai UI ini. Atau Anda bisa membaca beberapa fitur menarik di One UI anyar di edisi sebelumnya.

Intinya, One UI 2.1 ini merupakan UI milik Samsung yang berkonsentrasi pada kenyamanan dan kemudahan penggunanya. Berbasis Android 10, maka kita bisa memanfaatkan sejumlah fitur penting, di antaranya adalah kontrol menggunakan gesture, dark mode dan sejumlah kemudahan lain yang akan memudahkan hidup kita.

Khusus untuk Galaxy Z Flip, fitur multi window pada One UI 2.1 nampaknya dapat dimanfaatkan lebih jauh lagi. Sekedar contoh, Anda bisa meletakkan ponsel dalam posisi siku-siku, dimana layar paking bawah Anda gunakan untuk mengirimkan chat via WhatsApp, sementara layar atas Anda gunakan untuk menonton video musik atau film serial yang tengah Anda bahas bersama teman lewat WhatsApp tersebut.

Karena batasan layar semakin jelas, maka membagi dua tampilan untuk dua keperluan yang berbeda akan terasa lebih asik aja di ponsel lipat seperti ini.

Nah menariknya Samsung tahu akan hal ini dan mereka menambahkan sebuah mode yang bernama Flex Mode. Mode ini pertama kali ada di Z Flip ini. Di mana sebuah aplikasi dapat langsung tertampil dalam dua layar terpisah. Semisal kamera, saat kita mengaktifkan flex mode, bagian viewfinder akan muncul di layar bagian atas, sementara tombol shutter dan seting ada di layar bagian bawah.

Flex Mode ini tidak berlaku untuk semua aplikasi. Tercatat hanya kamera, Google Duo, YouTube, Gallery yang mampu memanfaatkan mode baru ini.

Chipset Flagship dan Hardware yang Menjanjikan

Tidak seperti biasa, Samsung membawa Galaxy Z Flip ke Indonesia dengan chipset yang sama dengan saat diperkenalkan pertama kali di Amerika. Yakni Qualcomm Snapdragon 855+. Tarik nafas dulu! Ya Anda benar, ini adalah chipset kelas flagship tahun 2019, sebelum digantikan seri 856 yang kini di akhir Q1 2020 sudah menjadi standar flagship anyar.

Artinya, kita bisa berharap banyak terhadap kemampuan chipset yang telah teruji di beberapa produk flagship lainnya ini. Skor tinggi di semua benchmark bisa diraih dengan mudah, terutama di sisi multitasking. Meskipun tidak menjamin bisa lebih tinggi dibandingkan produk Samsung Flagship lain yang menggunakan Exynos.

Demikian juga dengan kemampuan rendering grafis lewat GPU Adreno 640 700MHz. Semua game dapat dijalankan dalam setingan terbaik.

Chipset ini diletakkan di bagian layar atas. Sekaligus menjawab pertanyaan di pembahasan layar sebelumnya: hal inilah yang menjadi salah satu penyumbang panas ketika kita bermain game berlama-lama pada bagian bodi di layar sebelah atas.

Selain chipset 855+ dengan 8 inti dan 3 pembagian cluster yang pintar, ponsel ini juga membawa RAM sebesar 8GB. Bukan yang terbesar di kelas flagship 2020 memang, namun sudah cukup mumpuni untuk melakukan manuver baik secara grafis maupun efektivitas performa.

Sementara untuk menyimpan semua game, app, dokumen, foto dan video Anda, ponsel ini jugatelah menyediakan besaran memori internal 256 GB. Sayangnya tidak ada slot memori tambahan di Galaxy Z Flip. Sehingga Anda harus puas dengan 256 GB yang menurut kami sih sudah lebih dari cukup untuk sebuah perangkat ponsel.

Baterai yang terletak di dua bagian terpisah, selain untuk mendistribusikan berat agar tidak terlalu berbeda antara bagian bawah dan bagian layar atas, juga dibawa karena alasan efektivitas ruang. Di mana secara total baterai ponsel ini menyediakan daya sebesar 3.300 mAh, yang terpisah antara baterai bagian atas dengan kapastas 930 mAh dan bagian bawah 2.370 mAh.

Kamera Ganda 12 MP

Demi bentukan yang cantik seperti ini, kamera di Galaxy Z Flip pun akhirnya mendapat jatah kurang enak. Meskipun Samsung bisa saja meletakkan banyak kamera dengan sensor yang besar misalnya, Z Flip hanya mampu membawa dua kamera beresolusi 12MP di bagian belakang sebagai kamera utama.

Dengan konfigurasi satu kamera 12 MP, f/1.8, 27 mm yang diberi tanggung jawab untuk mendapatkan foto lowlight yang apik, membawa OIS dan dual pixel PDAF.

Lalu ada satu kamera 12 MP, f/2.2, 12mm bertanggung jawab untuk pengambilan gambar ultrawide.

Keduanya mampu menghasilkan gambar yang apik, dengan fitur HDR berjalan cukup efektif untuk memisahkan background yang terlalu cerah dengan foreground yang relatif lebih gelap. Hasilnya cukup memuaskan.

Meski tidak membawa deret kamera seapik seri S20, beberapa pemrosesan gambar menggunakan analisa AI yang digunakan S20. Terutama di mode single take alias burst mode.

Hasilnya bisa Anda lihat sendiri di beberapa contoh pada halaman ini.

Hasil foto kamera belakang - indoor (auto)

Hasil foto kamera belakang - indoor (auto)

Hasil foto kamera belakang - outdoor (night)

Hasil foto kamera belakang - outdoor (night)

Hasil foto kamera belakang - outdoor (wide)

Hasil foto kamera belakang - outdoor (wide)

Hasil foto kamera depan - selfie

Hasil foto kamera depan - selfie

Sementara untuk kamera depan atau kamera selfie, merupakan kamera 10MP f/2.4, 26 mm. Yang memiliki fitur cukup unik. Yaitu normal (crop) dan full view. Keduanya sama-sama menghasilkan foto dengan resolusi 10MP. Hanya saja yang satu seperti terpotong, sementara yang full view digunakan ketika kita melakukan selfie bersama banyak orang.

Kamera depan Samsung Galaxy Z Flip juga punya fitur Live Focus. Kita bisa mengatur kadar bokeh foto yang kita ambil sehingga tampak lebih menarik.

Galaxy Z Flip juga dapat diandalkan untuk mengambil video. Kamera utamanya mampu menghasilkan video 4K dalam framerate 60 fps, sementara kamera selfie dapat merekam video dalam resolusi 4K di kecepatan 30 fps.

Menariknya kamera ponsel ini memiliki fitur Super Steady Video yang menjaga stabilitas video saat kita rekam secara handheld. Tapi karena secara otomatis ketika kita mengaktifkan super steady maka yang berjalan adalah kamera ultra wide angle, maka resolusi untuk mode ini hanya sebatas 1080p saja. Mengingatkan kita pada kamera Samsung Galaxy Note 10 Lite yang baru saja kami review dua edisi lalu.

Kesimpulan

Jika 22 juta Rupiah adalah angka yang pantas untuk mendapatkan desain layar lipat, yang membuatnya sulit beralih ke ponsel lain karena terlihat indah di tangan Anda yang gagah, seperti yang kami rasakan saat ini, maka Galaxy Z Flip merupakan ponsel yang tepat untuk Anda.

Performa yang layak, meskipun menggunakan chipset flagship tahun sebelumnya, desain lipat yang berbeda dari yang lain dengan UI yang pas dan mengimbangi, serta kamera yang mumpuni merupakan sejumlah hal yang bisa kita manfaatkan.

Tapi jika performa saja yang kita kejar, atau kamera saja yang dibutuhkan, maka desain lipat dan harga Galaxy Z Flip mungkin akan terasa terlalu tinggi untuk kita.

Artikel Terkait

Advan Rilis G2 Plus, Usung Layar Penuh dan Baterai Jumbo

Samsung Resmi Luncurkan 5 Perangkat Galaxy Baru

Mabar Seru dengan Samsung Galaxy M21

Konser Virtual di Ponsel Anda, Tetap Sehat Selalu Gembira

Review Samsung Galaxy A01 Core: Smartphone Pemula, Baterai Tahan Lama

Galaxy M21, Sobat Anti Mati Gaya Selama New Normal

Terpopuler Minggu Ini

Huawei Hadirkan MatePad T8 di Indonesia

ANKER Luncurkan Powerbank Kelas Menengah PowerCore Select 10000

Indosat Ooredoo dan NetFoundry Hadirkan Network-as-a-Service (NaaS)

Zoho Workplace Suite Catat 15 Juta Pengguna Aktif di Seluruh Dunia

Avenger Hingga Warkop DKI: Disney+ Hotstar Hadir 5 September

Terpopuler Bulan Ini

4 Smartphone Baru Resmi Hadir di Pasar Global

XL Pascabayar Sediakan Kuota Hingga 300GB, Harga Mulai Rp 105 Ribu

Galaxy M21, Sobat Anti Mati Gaya Selama New Normal

Review Samsung Galaxy A01 Core: Smartphone Pemula, Baterai Tahan Lama

Ini yang Bikin Nge-game di HUAWEI Nova 7 Jadi Lebih Seru

Terpopuler

Review: 9 Alasan untuk Meminang Sang Jawara Redmi Note 9 Pro

Resmi Dipasarkan, Begini Ketangguhan 2 Laptop Gaming Terbaru Acer

Smartphone Sejutaan dengan Baterai 5000 mAh, Paling Cocok untuk Ojek Online

2 Smartphone Jagoan Xiaomi Resmi Meluncur, Begini Spesifikasi Serta Harga Jualnya

Redmi 10X 4G, Redmi 10X 5G dan Redmi 10X Pro Resmi Meluncur, Ini Harga dan Spesifikasinya